Kebiasaan makan sikecil

Kebiasaan makan perlu dibentuk sejak kecil.Waktu makan hendaknya terjadwal, dan selera terhadapsegala menu harus dibangun.lebih baik bila bisa terbentuk menyukai segala.Penyakit orang modern kini bukan lagi kekurangan porsi makan,melainkan tak lengkapnya terpenuhi kebutuhan semua zat gizi yang tubuh butuhkan semua zat gizi yang dibutuhkan. Dan, ini juga bermula dari urusan kebiasaan ,makan juga.

Semasa masih bayo,sampaiusia setahu,pola dan jenis menu semua anak sudah ditata . Makanan pokoknya susu.Baru berkenalan dengan makanan padat pertama setelah anakberumur 6 bulan. Saat inipun baru sebatasbubur susu,lalu nasi tim setelah berumur 8 bulan,belumdibolehkan memilih sesukanya,sekalipun minta nasi goring atau rujakcingur ,misalnya.

Baru setelah lewat umur setahun,anak mulaibebas makan seturut meja makan ibunya.Pada masa inilah selera makan anakdibentuk.Apa yang ibuhidangkan setiaphari,itu yang membangun selera dan karakter menu kesukaan anak.Maka, penting memperkenalkan lebih banyak jenis menu baru pada anak,sebanyak yang ibu lakukan.Semakin beragam menu diperkenalkan,semakin besar peluang anakmenjadi suka segala.

Sejatinya tidak ada jenis makanan tabu untuk siapun,asal sesuai dengan kondisi umur,dan ada tidaknya batasan pantangan.Maka,biarkan anakmenjelajahi selera buat begitu banyak jenis makanan,dibangun oleh tangan kekangan,selamamemberikan manfaat.Cita rasa lidah juga diwarisi dari ayah –ibunya.Namun,selera buat begitu banyak jenis makanan,dibangun oleh tangan ibu.

Anak yang sejakkecil dibiasakan memilih lebih banyak jenis menu hariannya,dan bukan menu yang itu-itu saja lago(monodiet),kecil kemungkinan terkena kurang gizi orang modern,mereka yang gemuk,tapi tubuhnya kekurangan sekian nutrient,sehingga tergolong memerlukan suplemen.

Orang Amerika ,misalnya,masih banyak yang kekurangan kalsium,vitamin C,vitamin A,kendati gendut-gendut Cuma lantaran menu hariannya cenderung sudah “ampas”{junk food},yang sudah banyak kehilangan sejumlah vitamin akibat disimpan,diolah,dan diawetkan.

Membangun selera makan,dan menjadi segala jenis makanan belum makanan belum tentu membuat lidah anak jatuh cinta.Namun,bila kecintaan anak terhadap menu ikan,daging,telur,zat gizi utama yang menyehatkan itu,tidak tumbuh,tugas ibu menyiram danmenyuburkannya.Rasa amis ikan mungkin perlu dibungkus dengan bumbu,dan rasa bosan makan telur diubah jadi olahan bervariasi, dan seterusnya.

Perilaku Anak

Anak anda sering marah dengan emosi tinggi seperti memukul atau berteriak-teriak ? Jika YA, anda perlu melakukan hal-hal berikut…

Apakah anda pernah mengalami kejadian berikut ?

Anda dan si kecil anda berjalan-jalan ke mall atau makan di restaurant. Karena suatu hal yang sepele si kecil anda ngambek, marah dan berteriak-teriak minta pulang. Ketika anda anda berusaha membujuknya, si kecil anda justru semakin meledak emosinya, memukul atau melempar apa saja yang ada di sekitarnya.

Mungkin anda tidak pernah mengalami kejadian seperti di atas, tapi kemungkinan besar anda mengalami hal yang hampir sama. Mengapa hal ini terjadi ?

Menurut banyak ahli perkembangan dan psikolog anak, hal ini sering terjadi karena anak mengalami frustasi dengan keadaannya sedangkan dia tidak mampu mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata atau ekspresi yang diinginkannya. Hal ini sering dialami oleh anak usia 2-3 tahun.

Mengapa ? Anak usia tersebut biasanya sudah mulai mengerti banyak hal dari yang didengar, dilihat maupun dialaminya, tetapi kemampuan bahasa atau berbicaranya masih sangat terbatas.

Apa yang bisa anda lakukan ?

1. Janganikutan marah !

Saat anak anda sedang mengalami ledakan emosi, baik dengan teriakan maupun tindakan fisik lainnya, dia tidak akan bisa menerima alasan atau bujukan, tetapi justru terhadap apapun yang anda lakukan anak akan merespons secara negatif. Kemudian, jika anda tidak bisa menahan emosi, anda akan ikutan marah, dan mungkin anda akan meninggalkan anak anda sendirian.

Jangan lakukan itu ! Anak anda akan merasa bahwa anda telah mengabaikannya, dan semakin membuat anak merasa ketakutan dengan apa yag terjadi. Anak akan merasa lebih tenang jika anda tetap berada di dekatnya. Jika memungkinkan, gendong atau peluk anak anda sehingga dia akan lebih cepat menenangkan diri.

2. Anda yang tetap memegang kendali

Jangan mengikuti permintaan anak yang tidak realistik atau tidak bisa anda terima hanya untuk menghindari ledakan emosi anak. Hal ini sering terjadi di tempat-tempat umum seperti mall, yang mana pada saat anak minta sesuatu anda tidak mengijinkannya, tetapi begitu anak mulai meledak emosinya anda akan mengabulkannya karena malu dengan lingkungan.

Jadi, jika memang anak meminta sesuatu yang diluar toleransi, kita harus tegas mengatakan ”TIDAK”. Jika anak menjadi marah besar dan mulai memukul ataupun tindakan lain yang membahayakan, bawalah dia ke tempat yang lebih aman hingga anak menjadi tenang. Katakan bahwa dia dibawa ke tempat tersebut karena tindakannya yang membahayakan. Selama anak belum tenang, jangan memberikan nasehat atas tindakannya, tetapi fokuskan hanya untuk menenangkan dirinya. Tentunya anda mengatakannya tanpa emosi ataupun bernada memarahinya.

Memang, pada saat membaca tulisan ini kita bisa mengerti, tapi begitu mengalaminya langsung kemungkinan besar kita lupa dengan apa yang seharusnya kita lakukan.

Jadi bagaimana ?

Ketika anak anda mulai meledak emosinya, katakan pada diri anda sendiri, ”Ini kejadian yang wajar. Saya tahu cara menghadapinya !”. Kemudian ingatlah tulisan ini.. :)

Selain hal di atas, masih ada beberapa hal PENTING lagi yang HARUS anda lakukan supaya anak anda mengerti dan memahami apa yang sudah terjadi. Juga, tindakan anda untuk mencegah terjadinya ledakan kemarahan yang terlalu sering.

Resep Makanan Bayi 6-8 Bulan: Beras Merah dan Ayam

Bahan:

50 gram beras merah
50 gram kacang merah
450 ml air
2 lembar daun salam
100 gram ayam giling
1 buah tomat - dicincang halus
50 gram bayam merah - dicincang halus
50 gram wortel - diparut halus
2 siung bawang putih - dicincang halus
1 sendok makan daun seledri cincang
1/2 sendok makan keju parut (sebagai ganti garam)

Cara membuat:

  1. Rebus beras merah, kacang merah, daun salam, dan air sampai beras mengembang
  2. Masukkan ayam giling & tomat
  3. Masak lagi sambil ditekan-tekan, agar lembut
  4. Tambahkan bayam, wortel, bawang putih, keju, dan seledri
  5. Aduk hingga matang. Angkat dan sajikan hangat

6 Cara Alami Menghilangkan Jerawat


Sudah menjadi rahasia umum bahwa keberadaan jerawat (terutama di wajah) akan sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri orang yang menderitanya. Maka dari itu setiap orang yang berjerawat pasti akan mati-matian berusaha agar makhluk bernama jerawat itu dapat segera dienyahkan dari wajah ataupun bagian tubuh lainnya.

Bagi mereka yang berdompet tebal mah menghilangkan jerawat bukan masalah yang sulit. Tinggal pergi ke salon perawatan kulit yang mahal, ikuti terapinya, gunakan produknya, selesai deh. Tapi bagaimana dengan mereka yang berdompet tipis(seperti saya ini misalnya)? Apakah tidak ada harapan untuk menghilangkan jerawat dengan biaya yang murah?

Tentu saja ada, banyak malah. Berikut beberapa cara tradisional/alami yang bisa kalian coba untuk membantu menghilangkan jerawat :

  1. Bawang Putih

Ada dua pilihan dalam menggunakan bawang putih untuk menghilangkan jerawat. Pertama dengan menumbuk dua atau lebih bawang putih hingga cukup halus lalu dioleskan ke bagian wajah yang berjerawat. Diamkan selama 10 menit lalu bilas. Sedangkan cara kedua adalah dengan memakan satu atau lebih bawang putih setiap hari.

Banyak yang mengatakan kedua cara ini cukup efekktif, namun bagi kalian yang tidak menyukai bau bawang putih mungkin lebih baik menempuh cara yang lain. Jangan khawatir masih banyak cara alami lainnya yang akan saya jelaskan di bawah ini.

  1. Putih Telur

Bagaimana caranya? Mudah saja. Pisahkan kuning telur dan ambil putih telurnya saja. Kocok sebentar lalu oleskan ke wajah dan diamkan selama 15 menit. Putih telur ini akan membantu mengurangi minyak di wajah yang seringkali menyebabkan timbulnya jerawat.

  1. Pasta Gigi

Satu hal yang perlu diingat disini pasta gigi yang digunakan adalah yang bentuknya pasta(seperti Pepsodent) bukan yang bentuknya gel(seperti Close Up). Caranya hampir sama denga kedua cara di atas. Oleskan pasta gigi ke jerawat dan bagian lain di sekitar jerawat tersebut sebelum tidur. Biarkan semalaman/sampai pagi kemudian bilas dengan air bersih.

  1. Lidah Buaya

Ambil satu daun lidah buaya, potong beberapa bagian, kelupas kulit luarnya, oleskan di bagian yang muncul jerawat, dan ulangi melakukan cara ini tiap pagi dan sore. Jika kalian cukup telaten, jerawat mungkin akan dapat mongering dan mengelupas selama 3 hari. Selain itu lidah buaya juga mampu menghilangkan bekas jerawat yang membandel. Sekali lagi kuncinya hanya satu, TELATEN!

  1. Tomat

Buah yang satu ini selain bagus untuk kesehatan mata juga cukup efektif menghilangkan komedo hitam(blackheads). Yang pertama harus dilakukan adalah mengiris tomat menjadi dua lalu oleskan ke seluruh wajah yang berjerawat dan biarkan selama 15 menit – 1 jam kemudian bilas.

  1. Lemon/Jeruk Nipis + Air Mawar

Lemon, jeruk nipis dan buah-buah sebangsanya mengandung citric acid yang sangat kaya, dimana citric acid ini sangat baik untuk memindahkan sel-sel kulit yang mati yang bisa menyebabkan jerawat. Caranya yaitu dengan mencampurkan jus/perasan lemon dengan air mawar kemudian oleskan di wajah dan biarkan selama 10-15 menit. Setelah itu bilas dengan air hangat. Penerapan terapi ini secara rutin dan konsisten selama 15 hari akan memberikan hasil yang cukup luar biasa(sudah banyak yang membuktikan, termasuk saya).

Keenam cara alami untuk menghilangkan jerawat yang telah saya sebutkan di atas tidak harus kalian lakukan semua. Kalo kalian termasuk pemalas(seperti saya), pilih saja salah satu cara yang menurut kalian paling mudah dilakukan. Jalankan selama minimal 15 hari secara rutin, jika tidak ada perubahan baru coba cara yang lain. So, Selamat Mencoba…

Cara lain mengendalikan stress anda agar lebih sabar

Pada satu malam ketika kami secara fisik sudah lelah karena bekerja, pikiran suntuk juga, anak kami yang berumur 3 tahun sangat rewel sekali. Dikasih ini gak mau, maunya yang itu, dikasih itu, gak mau, jual mahal banget deh anak ini… papa dan mamanya bingung, stress.

Sudah berusaha di sabar-sabarin, masih kurang sabar dan ujung-ujungnya anak menjadi korban yakni kemarahan orang tua.

Bagaimana bila ini terjadi pada anda?

Selain 4 hal yang perlu disadari pada artikel sebelumnya (baca: Bagaimana cara mengendalikan marah orang tua pada anak?), maka ini yang kami lakukan saat itu:

1. Anda tidak sendiri. Ya, benar. Kami pernah mengalami saat-saat yang sulit menghadapi anak. Kami juga berbagi dengan sesama orang tua yang lain, ternyata juga sama. Jadi ingatlah teman, anda tidak sendirian, ada orang lain juga yang mengalami hal yang sama seperti anda. Ini kondisi yang wajar, yang perlu dipelajari adalah bagaimana melaluinya dengan baik.

2. Anak mulai punya keinginan dan ego. Usia 3-4 tahun adalah usia dimana anak sudah mulai punya ego dan keinginan sendiri, jadi berusahalah untuk mengingat ini karena akan membantu anda sedikit memahami anak anda.

3. Ada konflik kepentingan. Hal dasar yang terjadi di atas adalah konflik kepentingan antara orang tua terhadap anak. Yang satu ingin istirahat dan yang lain ingin di perhatikan, di temani saat rewel.

Cara termudah adalah keinginan anda untuk istirahat diturunkan menjadi prioritas ke dua bahkan bila perlu anda lupakan sejenak dan ubah keinginan anda menjadi keinginan untuk melayani si kecil dulu.

Mengapa demikian?

Karena bila anda masih memegang keinginan anda sendiri, maka timbul stress. Keinginan anda tidak dapat tercapai karena si kecil rewel atau tidak berjalan sesuai keinginan anda.

Tampak juga si kecil seolah-olah tidak mau mengerti kondisi anda yang capek dan butuh istirahat (memang mereka masih belum mengerti kok) dan bila ini diteruskan maka emosi bisa cepat tinggi.

Ini tidak mudah, tapi bila anda mengalami hal yang sama seperti papa dan mama, cobalah untuk melupakan kepentingan anda dulu sejenak dan utamakan kepentingan anak anda… hasilnya bisa anda rasakan nanti.

Ada saat terkadang kami pribadi tidak tau bagaimana menenangkan si kecil, cuman yang kami tau mereka membutuhkan cinta kami dan karna itulah mereka, anak-anak ini dipercayakan pada kami.

Baca juga:

Kata kunci lain artikel ini:

Tags: agar lebih sabar, anak rewel, mengendalikan stress

sikologi Parenting, Gaya Orangtua Mendidik Anak

Silahkan membaca prakata dari saya berikut ini, penting bagi kita untuk menyadarinya..Bagaimana anda menerapkan pola asuh dan bagaimana anda mendidik anak anda? Jangan sampai kita salah dalam mendidik anak…

Memiliki seorang anak adalah suatu peristiwa yang bukan saja menyenangkan bagi seorang individu di dunia ini, melainkan juga merupakan peristiwa yang pasti akan merubah keadaan bagi mereka yang mengalaminya. Majalah Healthscoutnews telah mengungkap betapa besarnya peristiwa kelahiran seorang anak yang digambarkan sebagai sebuah peristiwa jatuhnya bintang kebahagiaan bagi keluarga yang mendapatkannya.

Seorang ibu telah mempersiapkan segalanya selama sembilan bulan sepuluh hari untuk proses penantian kedatangannya. “Kelahiran seorang anak ternyata akan membawa malapetaka sekaligus kebahagiaan” demikian kata Thimoty Galman dalam sebuah seminarnya. Psikolog dari Ukraina Utara ini telah sengaja menyebut malapetaka dengan kebahagiaan sebagai sesuatu yang datang bersamaan dalam kehidupan keluarga, di mana sang anak telah dilahirkan.

Sejak kelahirannya di dunia, orang tua telah memberikan sebuah benang harapan ( yang tentu saja sangat subjektif dan berdasarkan keinginan individual orang tuanya). Benang harapan tersebut akan terus membubung tinggi sejalan dengan obsesi orang tuanya.

Bahkan tidak jarang orang tua yang sudah memfonis anaknya bakal jadi presiden ketika anaknya dibawa pulang dari rumah sakit bersalin. Hal ini akan menunjukkan betapa obsesivitas orang tua akan selalu terbawa bersama kebahagiaannya ketika mereka mendapatkan anak mereka yang baru.


Tetapi ketika anak tersebut mulai besar, tak ubahnya sebuah kerupuk yang kena air. Obsesi mereka makin lama makin melempem. Semakin lama harapan mereka semakin sirna,di mana pada saat yang sama kenakalan demi kenakalan nampak pada anak-anak mereka. Mereka mulai menyadari betapa tidak semudah yang mereka duga sebelumnya, bahwa obsesinya tidak akan mudah terlaksana.


Psikologi Perkembangan Anak dan Permasalahannya

Pada dasarnya seorang anak memiliki 4 masalah besar yang tampak jelas di mata orang tuanya dalam kehidupannya yakni:

  1. Out of Law / Tidak taat aturan (seperti misalnya, susah belajar, susah menjalankan perintah, dsb)
  2. Bad Habit / Kebiasaan jelek (misalnya, suka jajan, suka merengek, suka ngambek, dsb.)
  3. Maladjustment / Penyimpangan perilaku
  4. Pause Playing Delay / Masa bermain yang tertunda

Keempat masalah di atas sedikit banyak akan mempengaruhi hubungan antara anak dan orang tuanya. Walaupun keduanya menyadari bahwa mereka memiliki masalah, namun tampaknya mereka (baik orang tua maupun anak) cenderung untuk saling mempertahankan hak-hak mereka , dan bukan mempertahankan kewajiban mereka.


Orang tua dan Permasalahannya

Orang dewasa pada dasarnya memiliki problem yang sama berkaitan dengan hubungan mereka dengan putra/putrinya yakni:

  1. Unexperience syndrome, karena mereka baru benar-benar belajar menangani seorang anak justru pada saat mereka benar-benar memiliki anak.
  2. Unexpected Action, Orang dewasa lebih sering melakukan tindakan-tindakan yang secara tidak sadar sebenarnya bertentangan dengan keinginan yang sebenarnya.
  3. Accidental crime, Orang dewasa lebih sering melakukan tindakan yang diluar batas kemanusiaan justru pada saat ia melihat anaknya memerlukan bantuannya.

Kondisi seperti inilah yang kemudian oleh Sally North disebut sebagai sebuah “kebingungan alamiah” (Natural Crowded). Kebingungan alamiah inilah yang kemudian akan menjadi sumber “malapetaka” menurut Thymoty Galman.

“Banyak orang tua yang merasa khawatir kalau anaknya akan terpengaruh oleh keadaan sekelilingnya yang penuh dengan kesukaran dan bahaya, serta hal-hal yang kotor. Mereka menahan anak-anaknya supaya di rumah saja tidak boleh bermain atau bergaul dengan anak-anak lain.”

Natural Crowded dan Manipulasi

Kebingungan alamiah telah membuat orang tua serba salah dalam mengelola putra/putrinya. Ketika mereka bermaksud untuk melindunginya, orang dewasa memiliki kecenderungan untuk melakukan manuver-manuver yang justru membuat putra/putrinya menjadi sangat tidak aman dan semakin membutuhkan perlindungan atau dengan kata lain tidak dapat mandiri.

Perlu dicatat bahwa hubungan antara orang tua dengan anak sangatlah vertikal. Dalam konteks ini orang dewasa akan menjadi sebuah basis kekuasaan yang tentu akan memunculkan hak kekuasaan yang tiada batasnya terhadap anak-anak mereka.

Di negara-negara maju hubungan antara orang tua dengan anak menjadi benar-benar horisontal sejalan dengan usia anak tersebut menjadi dewasa (16 sampai 17 tahun). Di negara-negara Asia sampai pada usia 22-25 tahun. Di Indonesia rata-rata hubungan horisontal baru dimulai pada individu saat ia berusia 32 tahun.


Hubungan vertikal ini akan menyebabkan terjadinya pola bentuk kekuasaan antara orang dewasa dengan anak pada khususnya. Manipulasi akan sering terjadi manakala hubungan yang terjadi menjadi begitu tidak harmonis. Manipulasi akan dilakukan oleh orang dewasa untuk mengantisipasi kebingungannya dalam mengelola anak-anak mereka.

Manipulasi dalam konteks diatas dapat dikonotasikan dengan sebuah usaha untuk melakukan sesuatu hanya dengan satu tujuan yakni untuk kepentingan pelakunya dan tanpa mempedulikan kepentingan individu yang diperlakukannya.

Ketika orang dewasa melakukan manipulasi, maka ia akan menggunakan dan atau mengendalikan, dan mengembangkan serta memakai cara-cara tertentu untuk kepentingannya secara subjektif tanpa melihat kepentingan subjek lainnya. Sangat disayangkan bahwa manipulasi selalu akan menimbulkan penderitaan bagi individu yang dimanipulir.


Tunggu apalagi, Pelajari ‘Rahasia Mendidik Anak-anak Anda agar Sukses dan Bahagia’ Dan ‘Rahasia Penerapan Pola Asuh yang Tepat Bagi Mereka’, Semua Disajikan Untuk Anda!


Peran Bangsa dan Lembaga Pendidikan

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat menentukan bagi perkembangan dan kualitas diri individu, terutama dalam menentukan kemajuan pembangunan suatu bangsa dan negara. Tingkat kemajuan suatu bangsa tergantung kepada cara bangsa tersebut mengenali, menghargai dan memanfaatkan sumber daya manusia yang berkaitan erat dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada calon penerus dan pelaksana pembangunan.

Lembaga pendidikan merupakan lembaga yang bertanggung jawab dan berkompetensi penuh atas proses pendidikan. Lembaga pendidikan wajib menyediakan berbagai fasilitas dan memenuhi kebutuhan peserta didiknya dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.

Peran Keluarga dalam pendidikan anak

Sedangkan keluarga adalah merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Di lingkungan keluarga pertama-tama anak mendapat pengaruh, karena itu keluarga merupakan lembaga pendidikan tertinggiyang bersifat informal dan kodrat. Pada keluarga inilah anak mendapat asuhan dari orang tua menuju ke arah perkembangannya.

Keluarga bagi seorang anak merupakan lembaga pendidikan non formal pertama, di mana mereka hidup, berkembang, dan matang. Di dalam sebuah keluarga, seorang anak pertama kali diajarkan pada pendidikan. Dari pendidikan dalam keluarga tersebut anak mendapatkan pengalaman, kebiasaan, ketrampilan berbagai sikap dan bermacam-macam ilmu pengetahuan.

Sayangnya, banyak orang tua yang tidak tahu bagaimana cara mendidik anak yang baik bagi pertumbuhan optimal anak. Akibatnya, anak pun tumbuh tidak sebagaimana yang diharapkan.


Dari semua penjelasan diatas perlu untuk diketahui bahwa mendidik anak baik dalam hal penerapan pola asuh, pendidikan dan juga dalam memahami anak, sangatlah wajib hukumnya untuk diketahui bagi anda. Apapun latarbelakang anda…

Mari Kita Merenungkan Bersama, Kadang Begitu Berat Tanggung Jawab Kita Sebagai Orangtua

Kadang kita sebagai orangtua sering kali dihadapkan dengan suatu permasalahan tentang putera/puteri kita. Banyak hal yang selalu membuat kita kadang merasa bingung, kawatir, dan tidak tahu harus berbuat apa untuk mendidik dan mengarahkan mereka.


Bahkan kita sampai kelepas emosi dalam mendidik mereka. Tidak jarang pula dari kita juga berkata keras pada mereka, Kita merasa mereka sangat sulit untuk diarahkan. Biasanya, kita pun pernah mengalami hal seperti ini :

  1. Mengalami kebingungan dalam menghadapi dan mendidik anak
  2. Merasa Bingung dalam mengatasi permasalahan perilaku, belajar dan prestasi anak
  3. Merasa tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam memberikan perhatian pada anak
  4. Merasa tidak tahu bagaimana menjadi teladan dan apa yang patut dicontoh bagi anak
  5. Merasa bingung antara komitmen pekerjaan dengan keluarga dan anak
  6. Tidak tahu mengenai pendidikan anak
  7. Perasaan kawatir dengan perkembangan anak dan pendidikan anak
  8. Sering merasa jengkel dan emosi dengan perilaku anak
  9. Tidak tahu bagaimana mengoptimalkan potensi anak
  10. Kewalahan menghadapi anak dan mendidik anak

PUSING …..!! ANAK SULIT MAKAN


Memberi makan pada anak, khususnya bayi dan balita tidaklah semudah mengucapkan atau membayangkannya.

Menolak makan, melepeh (memuntahkan makanannya kembali), ‘mengemut’ , hanya mau makanan cair dan lumat saja, kesulitan dalam menghisap, menelan , mengunyah makanan, hanya menyukai satu atau beberapa jenis makanan saja, atau bahkan kebiasaan makan sesuatu yang tidak layak untuk dimakan. Hal tersebut di atas sering kali menjadi kendala dalam pemberian makanan pada anak.

Kecemasan ibu jadi timbul, ketakutan akan tidak terpenuhinya kecukupan gizi, energi, maupun nutrisi untuk tumbuh kembang anak tersayang.

Keadaan tersebut tidak dapat dibiarkan dan harus segera ditangani dengan mencari penyebab masalah makan anak , di samping memberikan nutrisi padat energi.

Pentingnya membina dan mengembangkan keterampilan makan pada anak, dimulai sejak dini.
Dimulai dari waktu bayi lahir dengan gerakan mengisap susu, dilanjutkan dengan memberi makanan yang lebih padat secara bertahap baik konsistensi maupun jumlahnya sesuai usia anak.

Perkembangan keterampilan makan yang berlangsung sejak lahir sampai dengan usia 3 tahun merupakan sesuatu yang memerlukan pelatihan dan pembinaan baik untuk ibu dan anak. Dikatakan usia 6 – 9 bulan merupakan periode kritis dalam pembinaan keterampilan makan. Apabila periode ini tidak dimanfaatkan secara optimal dapat timbul masalah makan pada anak.

Banyak faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan, selain selera makan, faktor sosial , budaya , ekonomi, agama, umur dan jenis kelamin, emosi , pendidikan, kondisi kesehatan dan obat – obatan yang dikomsumsi dapat menekan / meningkatkan nafsu makan.

Penyebab masalah kesulitan makan pada anak dapat berupa ;
-Faktor organik ; meliputi rongga mulut (bibir, gusi, lidah, rongga mulut) sampai dengan usus dan organ –organ tubuh yang berhubungan dengan pencernaan, yang dipengaruhi oleh sistem saraf.

-Faktor nutrisi ; pengetahuan ibu atau pengasuh dalam menentukan jenis , jumlah makanan yang diberikan kepada anak sesuai perkembangan usianya.

-Faktor psikologis ; sering kali menjadi hambatan dalam perkembangan keterampilan makan anak. Sikap suka memaksakan makanan menyebabkan bayi/ anak merasakan proses makan sebagai saat yang tidak menyenangkan , berakibat timbulnya rasa anti terhadap makanan. Sering kali timbul masalah pada ibu mengenai hal tentang masalah sosia-kultural dan aturan makan yang ketat / berlebihan , sikap yang terlalu obsesif dan overprotektif sehingga menimbulkan respon negatif dari anak.

Tips memberi makan pada anak ;
-Berikanlah makanan anak sesuai dengan usia dan perkembangannya.

-Variasikan menu, perubahan rasa , keragaman dan penyajian yang menarik diperlukan agar anak tidak cepat bosan.

-Lebih baik memberi makanan yang padat gizi dan berenergi tinggi dalam porsi kecil dari pada cemilan yang akan mengganggu timbulnya rasa lapar , sehingga kecukupan energi dan nutrisi anak terpenuhi.

-Biasakan makan teratur dan beri makanan pada anak sewaktu merasa lapar.

-Ciptakan suasana yang menyenangkan dan buatlah acara makan menjadi saat yang menggembirakan buat anak.

-Jika diperlukan suplementasi vitamin dan mineral

-Kenali dan atasi segera, konsultasikan dengan dokter anda jika timbul masalah sulit makan pada anak untuk mencari dan mengatasi penyebabnya

agar anak pintar sejak dalam kandungan

Agar Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan

ADALAH hal yang sangat naif, ketika seorang anak menjadi bodoh, nakal, pemberang, atau bermasalah, lalu orang tua menyalahkan guru, pergaulan di sekolah, dan lingkungan yang tidak beres. Tiga faktor itu hanya berperan dalam proses perkembangan anak, sedangkan bakat anak itu menjadi bodoh, nakal, atau pemberang justru terletak dari bagaimana orang tua memberikan awal kehidupan si anak tersebut.

Bukan hal aneh bahwa seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Malah, sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasan anaknya. Untuk bisa seperti itu, orang tua harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang, dan stimulasi. Hal ini diungkap dokter spesialis anak, dr Sudjatmiko, MD SpA.

Bicara tentang kecerdasan, tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak, sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip, menurut Sudjatmiko, perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal. Pertama, kebutuhan-kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya harus cukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik.

Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi itu sendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung, melainkan ketika ia siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya harus lengkap, sehingga ketika ia hamil, dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung optimal secara nutrisi.

Tapi, memang di Indonesia atau di negara-negara berkembang pada umumnya–boleh dikatakan sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap kehamilan dianggap sebagai suatu yang mengejutkan. Berbeda dengan yang terjadi di negara-negara maju. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anak-anak yang lahir kemudian tidak berkualitas, karena orang tua seakan tidak siap dalam segala hal untuk memelihara anaknya.

Faktor kedua adalah kebutuhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal. “Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya,” kata mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia itu. “Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya,” tambahnya.

Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran UNS ini, ada faktor psikologis yang memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah si ibu hamil menikah secara resmi atau kawin lari. Pernikahannya direstui atau tidak, dan apakah ada komitmen antara istri dan suami. Tanpa komitmen di antara keduanya, kehamilan itu bisa dianggap mengganggu.

Juga harus ada support (dukungan). Tanpa support, walaupun ada komitmen dari suami dan orang tua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan. “Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah komitmen dengan suami, serta support dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima kehamilannya dengan hati tenteram,” lanjut Sudjatmiko.

Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang.

Sebaliknya, bila si ibu selalu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut, sehingga secara tidak sadar bayi akan terstimuli juga ikut gelisah. “Yang paling baik adalah stimuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang. Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama saja memberikan rangsangan negatif pada bayi,” ujar Sudjatmiko.

Tapi, stimuli itu sendiri lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai bisa berfungsi.

Untuk mendapatkan kondisi-kondisi itulah, seorang ibu hamil harus tetap menjaga nutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnya dengan suntik TT. Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali sebulan, dan pada bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), diperketat menjadi tiga minggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan bahkan mendekati partus menjadi setiap minggu.

Sudjatmiko juga menyarankan untuk tidak meminum obat-obatan yang katanya bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak bayi. Obat-obatan semacam itu hanya omong kosong. “Pemberian obat semacam itu percuma saja, dan tidak berpengaruh apa-apa,” katanya. “Yang penting, ciptakan saja lingkungan mendidik, yaitu tiga faktor tadi.

Sementara itu, psikolog anak Dra Surastuti Nurdadi juga mengungkapkan pendapat yang sama. Stimulasi positif, menurutnya, memang dapat meningkatkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan. Kata kunci pencarian:

agar anak pintar, pendidikan anak sejak dalam kandungan, janin pintar dan cerdas, anak cerdas sejak dalam kandungan, pengertian kehamilan menurut who, agar anak cerdas, agar anak pintar sejak dalam kandungan, Tips anak pintar, Membuat anak cerdas sejak dalam kandungan, cara agar anak cerdas, gambaran proses terjadinya kawin lari, agar anak jadi pintar di sekolah, support keluarga pada ibu hamil, masa dalam kandungan, agar janin cerdas dan pintar, tips agar anak cerdas, bagaimana membuat anak pintar yang masih dalam kandungan, nutrisi supaya anak pintar, Agar janin pintar, pendidikan untuk anak sejak dalam kandungan, perkembangan janin dalam rahim, merangsang otak bayi dalam kandngan, kesehatan bayi dalam kandungan, Makanan agar janin pintar, cara agar pintar, pendidikan anak pintar, makanan yang baik untuk ibu hamil agar anak cerdas, cara mengembangkan otak janin dalam kandugan, bagaimana tips agar anak menjadi penurut, tips agar anak cerdas dalam kandungan

SAHABAT

From karya:Paramitha S.P

Disaat kita sedang susah

Maka saatnya kita membantunya ….

Disaat kita sedang bersedih

Maka saatnya kita menghiburnya ….

Ketika sedang merasakan kehilangan sahabat

Maka itunkita mencarinya

Dikala senja telah menghantam

Bayangan menghampiri Riwayatnya ….

Wahai sahabatku yang paling berharga dalam hidupku ….

Aku merasa angan -angan yang terindah dihatiku ….

Sahabat yang sosok bijaksana

Tak akan pernah lupakan masa kengan terpahit ….

Ketika sedang makan  teringat sahabat

Sahabat adalah segala -galanya dalam hidupku ….

Terima kasih sahabatku ….

Sahabatku yang paling baik tak pernah lupakan

ada beberapa makanan diet

Untuk penyakit-penyakit tertentu pengobatan penyakit tidak saja  dilakukan dengan menggunakan obat atau operasi dan yang sebagainya,tetapi juga menggunakan diet.Peranan diet disini sangat penting untuk menunjang sederatan teknik terapi yang dilakukan.Untuk beberapa penyakit peranan pengobatan melalui diet menempati nomor satu dan yang paling utama dalam upaya penyembuhan penyakit.Misalnya penyakit Diabetes Mellitus,therapy diet merupakan usaha pengobatan yang pertama-tama harus dilakukan yang kemudian disusul dengan obat hipoglekemik,insulin,dan lain sebagainya.Diet merupakan  makanan yang ditentukanrtentu. Setiap die dan dikendalikan untuk tujuan tertentu. Setiap diet termasuk makanan, tetapi tidak semua makanan termasuk dalam kategori diet. Dalam dietbjenis dan banyaknya suatu makanan ditentukan. Disamping itu dalam diet jumlah asupan dan frekuensi makan juga dikendalikan sedemikian sehingga tercapainya tujuan diet tersebut. [...]

Tags: , ,

 Page 1 of 2  1  2 »